Pintu Kebijaksanaan

Alkisah,
ada sebuah Pintu yang konon kabarnya,
hanya mereka yang cukup Ilmu saja,
yang akan dibukakan,
untuk kemudian diiijinkan masuk.
Seorang cendekia muda,
yang sudah sekian belas tahun,
menuntut ilmu agama,
merasa yakin dirinya adalah satu dari sedikit,
yang berhasil membuat sang Pintu,
terbuka ketika diketuk.
Dengan pongah ia mengetuk Pintu,
satu kali… tak ada tanda-tanda terbuka,
dua kali… pintu tetap tak bergeming,
tiga kali… sang cendekia pun putus asa.
Ia yakin pasti karena ilmunya yang kurang,
maka ia putuskan untuk bergegas,
menuntut ilmu lagi,
untuk belasan tahun waktu berikutnya.
Ketika ia sudah merasa cukup,
datanglah kembali untuk mengetuk sang Pintu,
dan kali ini keyakinannya tak tergoyahkan,
bahwa Pintu akan segera terbuka lebar baginya.
Kuat-kuat diketuknya Pintu itu,
satu kali… ia menunggu dengan tak sabar,
dua kali… ketukannya mengeras,
tiga kali… dari bibirnya terlontar makian,
"Hai, Pintu keparat…,
ilmu mana lagi yang belum aku kuasai,
hingga tak sudi kau bukakan pintumu,
dan biarkan aku masuk?"
Tetap Sang Pintu tak bergeming,
sedikit pun.
Dengan marah dan gontai,
sang cendekia yang malu itu pergi,
dengan tekad akan kembali lagi,
tapi entah kapan dia tak tahu pasti.
Lama tak kelihatan setelah puluhan tahun bergulir,
seorang tua tampak melangkah,
dengan langkah yang payah,
perlahan bersusah mendekati Sang Pintu.
Langkahnya tampak terseok,
tangannya pun gemetar karena ketuaan,
dialah sang cendekia itu,
tapi kali ini tanpa raut muka kesombongan,
dan juga tanpa setitik kemarahan.
Ia mendekati Sang Pintu,
duduk tawadhu’ bersimpuh di depannya,
tangannya yang bergetar menggapai permukaannya,
tak kuasa mengetuk,
ia hanya mampu merabanya.
Sang Pintu segera terbuka lebar-lebar,
bahkan di kedua sisi daunnya,
menyapa sang cendekia yang bijak,
untuk ijinkan ia masuk ke dalamnya.
Sebuah suara menyambutnya dari dalam,
"Dan hanya kan Kusambut,
mereka yang telah membasuh qalbunya,
dengan Ilmu yang membuatnya tunduk,
dengan sesal akan keliru di masa lalu,
menghadap dengan hati yang khusyuk,
masukilah Pintu ini dengan damai,
karena inilah awal hidupmu yang kekal…"
ic@24~25.01.07 00:40